Mengapa Banyak Perusahaan Sulit Mendapat Liputan Media? Ini Penyebab yang Sering Terjadi

 

Sumber : https://ujangrusdianto.com/ujangrusdianto/0rqd311wj397


Tangerang, 10 Maret 2026 - Bagi banyak perusahaan, mendapatkan liputan media sering dianggap sebagai cara efektif untuk meningkatkan reputasi, memperkuat citra perusahaan, serta menjangkau audiens yang lebih luas. Publikasi di media sering kali memberikan legitimasi yang tidak selalu bisa diperoleh melalui iklan atau promosi langsung.

Namun dalam praktiknya, tidak sedikit perusahaan yang merasa sulit mendapatkan perhatian dari media. Perusahaan mungkin telah mengirimkan berbagai siaran pers, mengadakan kegiatan perusahaan, atau mencoba menjalin komunikasi dengan jurnalis, tetapi liputan media tetap tidak muncul sebagaimana yang diharapkan.

Situasi ini sering membuat perusahaan beranggapan bahwa media tidak tertarik dengan aktivitas mereka. Padahal dalam banyak kasus, tantangan tersebut justru berkaitan dengan cara perusahaan memahami kebutuhan media serta bagaimana mereka menyampaikan informasi kepada jurnalis.

Agar dapat memperoleh liputan media secara lebih efektif, perusahaan perlu memahami beberapa faktor yang sering menjadi penyebab sulitnya mendapatkan perhatian media.

Kurang Relevan

Salah satu alasan utama mengapa perusahaan sulit mendapatkan liputan media adalah karena informasi yang disampaikan tidak cukup relevan bagi audiens media. Jurnalis pada dasarnya mencari informasi yang memiliki nilai berita, yaitu informasi yang dianggap menarik, penting, atau berdampak bagi publik.

Banyak perusahaan mengirimkan siaran pers yang berisi informasi internal yang sebenarnya kurang memiliki nilai berita. Misalnya pengumuman kegiatan perusahaan yang bersifat rutin, informasi yang terlalu teknis, atau pesan promosi yang terlalu eksplisit.

Dari perspektif jurnalis, informasi semacam ini sering kali tidak memiliki cukup alasan untuk dijadikan berita. Media lebih tertarik pada informasi yang memberikan perspektif baru, menjelaskan tren industri, atau memiliki dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu, perusahaan perlu memahami bahwa mendapatkan liputan media bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga tentang bagaimana informasi tersebut dikaitkan dengan kepentingan publik.

Pesan Tidak Jelas

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah penyampaian pesan yang tidak jelas. Banyak siaran pers atau materi komunikasi perusahaan yang terlalu panjang, penuh dengan istilah teknis, atau tidak memiliki fokus yang jelas mengenai apa yang sebenarnya ingin disampaikan.

Jurnalis biasanya bekerja dengan waktu yang terbatas. Mereka perlu memahami inti informasi dengan cepat agar dapat menentukan apakah informasi tersebut layak untuk diliput. Jika pesan perusahaan sulit dipahami atau tidak langsung menjelaskan poin utama, kemungkinan besar informasi tersebut akan terlewatkan.

Pesan komunikasi yang efektif biasanya memiliki fokus yang jelas. Informasi utama disampaikan sejak awal, diikuti dengan penjelasan yang mendukung pesan tersebut. Pendekatan ini membantu jurnalis memahami inti cerita dengan cepat serta mempermudah mereka dalam menyusun liputan.

Dengan pesan yang lebih jelas dan terstruktur, peluang perusahaan untuk mendapatkan perhatian media dapat meningkat secara signifikan.

Hubungan Terbatas

Faktor lain yang sering memengaruhi keberhasilan perusahaan dalam mendapatkan liputan media adalah kualitas hubungan dengan jurnalis. Banyak perusahaan hanya berinteraksi dengan media ketika mereka ingin mempublikasikan informasi tertentu.

Pendekatan ini membuat hubungan dengan media menjadi bersifat transaksional. Perusahaan mengirimkan informasi dan berharap media akan mempublikasikannya. Namun dalam praktik jurnalisme, hubungan yang lebih kuat sering kali terbangun melalui interaksi yang berkelanjutan.

Perusahaan yang secara aktif membangun hubungan dengan jurnalis biasanya memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan liputan media. Hubungan ini membantu jurnalis memahami bidang bisnis perusahaan serta mempermudah mereka dalam menghubungi perusahaan ketika membutuhkan sumber informasi mengenai topik tertentu.

Pendekatan semacam ini juga membantu perusahaan memahami kebutuhan media serta jenis informasi yang dianggap relevan bagi audiens mereka.

Kesimpulan

Mendapatkan liputan media bukan hanya tentang mengirimkan informasi kepada jurnalis. Proses ini membutuhkan pemahaman mengenai bagaimana media bekerja serta bagaimana perusahaan dapat menyampaikan informasi yang memiliki nilai berita bagi publik.

Perusahaan yang ingin memperoleh perhatian media perlu memastikan bahwa informasi yang disampaikan relevan bagi audiens, pesan komunikasi disusun secara jelas dan terstruktur, serta hubungan dengan jurnalis dibangun secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan komunikasi yang lebih strategis, perusahaan tidak hanya meningkatkan peluang untuk mendapatkan liputan media, tetapi juga dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan media sebagai salah satu pemangku kepentingan penting bagi organisasi.

Ingin Mengelola Komunikasi Media Secara Lebih Strategis?

Banyak perusahaan memahami pentingnya hubungan dengan media, tetapi sering kali belum memiliki kerangka kerja komunikasi yang jelas untuk mengelola interaksi dengan jurnalis secara profesional.

Untuk membantu organisasi mengelola komunikasi korporat secara lebih sistematis, tersedia panduan profesional yang dapat digunakan sebagai referensi praktis dalam menyusun berbagai dokumen komunikasi strategis perusahaan.

Pelajari panduan lengkapnya di sini: https://ujangrusdianto.com/ujangrusdianto/0rqd311wj397

Postingan Populer