Langsung ke konten utama

Bulan Kesehatan Gigi Nasional

Jakarta, 22 Maret 2014 – Agnes Kiki - Pepsodent sebagai salah satu produk PT. Unilever Indonesia, terus menjaga citra baiknya dengan menghadirkan promosi produknya melalui berbagai media, salah satunya melalui kampanye perubahaan sosial. Kampanye perubahan sosial (social change campaign) atau dikenal juga sebagai ideologically or cause oriented campaign adalah jenis kampanye yang berorientasi pada tujuan-tujuan yang bersifat khusus dan seringkali berdimensi perubahan sosial. Kampanye ini ditujukan untuk menangani masalah-masalah sosial melalui perubahan sikap dan perilaku publik yang terkait. (Venus, 2007 : 11).
Pepsodent mencanangkan suatu program yang bernama Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang merupakan wujud dari komitmen PT. Unilever Indonesia bersama Persatuan Dokter Gigi indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) untuk meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
Acara ini diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia pada tanggal 30 Juni 2010. Sebelumnya Pepsodent pernah memulai kampanye pada 27 Oktober 2009 dengan tema “Sikat Gigi Pagi + Malam”. Cara ini dinilai sangat membantu dan bermanfaat karna berkaitan dengan tujuan pembangunan Kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 yang mengacu pada Undang – undang No. 23 tahun 1992, adalah meningkatkan ke dan kemampuan hidup bagi setiap orang, agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat, Bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku dan dalam masyarakat.

Bekerjasama dengan PDGI
Program Bulan Kesehatan Gigi Nasional Pepsodent bekerja sama dengan PDGI sejak tahun 1995 telah melakukan edukasi kepada masyarakat termasuk kepada anak-anak, orang tua dan guru melalui program kesehatan gigi sekolah. Menurut Hernie Raharja, Marketing Manager Oral Care PT. Unilever Indonesia, sampai akhir tahun lalu, kerjasama yang erat ini, telah berhasil menjangkau lebih dari 3,8 juta anak usia sekolah dasar yang mencakup sekitar 9.900 sekolah pada 45 kota di seluruh Indonesia.
Pepsodent menggunakan beberapa komunikator untuk menyukseskan program BKGN ini yaitu Artis dan Dokter-dokter gigi yang telah berpengalaman. Publik figur/artis yang digunakan sebagai komunikator adalah Irgi Ahmad Fahrezy yang telah menjadiBrand ambassador untuk brand ini. Pada program BKGN ini, juga dilibatkan mahasiswa kedokteran gigi dari universitas-universitas ternama di Indonesia sebagai komunikator. Dengan melibatkan para ahli dibidangnya, tentu saja akan membangun kepercayaan khalayak terhadap kegiatan ini sehingga khalayak mau berpartisipasi.
Pada umumnya khalayak sasaran dari program kampanye Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) adalah seluruh rakyat Indonesia karena ini merupakan salah satu bentuk kampanye perubahan sosial (social change campaign). Kampanye ini dilaksanakan karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran rakyat Indonesia tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut dan bagaimana cara menyikat gigi yang benar dan kapan waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Namun dalam penyelenggaraannya lebih difokuskan kepada pelajar (SD) sebagai khalayak sasaran utama.

Perubahan Tagline
Seiring dengan diresmikannya program BKGN pada 2010, terjadi perubahan key messages dan muncul tagline baru yang digunakan untuk program BKGN 2010 dan 2011, yaitu SENYUM SEHAT, SENYUM INDONESIA, dimana sebelumnya menggunakan tagline “SIKAT GIGI PAGI+MALAM”.
Tagline baru ini menggunakan pendekatan sosial karena menggunakan kata SENYUM INDONESIA yang mewakili senyum seluruh rakyat Indonesia. Dengan kata “AYO PERIKSA GIGI GRATIS, BERSAMA KAMI SEKARANG” di TVC. Key messages ini menggunakan pendekatan ekonomis/keuntungan karena ditekankan pada kata GRATIS dan pendekatan rasional yang terlihat pada kata BERSAMA KAMI yang berarti bersama para dokter gigi yang telah ahli.
Kemudian pada tahun 2012, terjadi perubahan tagline dan key messages. Tagline berubah menjadi SENYUM SEHAT, SENYUM INDONESIA, SENYUM PEPSODENT. Tagline tersebut tetap menggunakan pendekatan sosial namun ditambahkan SENYUM PEPSODENT sebagai pencitraan untuk brand yang memberikan pesan bahwa Pepsodent peduli terhadap rakyat Indonesia. Key messages juga mengalami perubahan menjadi “AYO PERIKSA GIGI SEKARANG! Sempurnakan Kebiasaan Menyikat Gigi Pagi & Malam dengan Pergi ke Dokter Gigi Setiap 6 Bulan Sekali”. Pendekatan emosional masih digunakan diawal key message dan lebih diperkuat lagi dengan pernyataan yang mengandung pendekatan rasional.

Editor : Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom

Postingan populer dari blog ini

Pemberdayaan Masyarakat dan Bias Program Pembangunan

Jakarta, 1 Juli 2014 (Ujang Rusdianto) - Bukan pembahasan baru, jika pemberdayaan masyarakat harus pula melibatkan masyarakat di dalamnya. Sudah seharusnya pula, bahwa pembangunan di berbagai bidang sekarang ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat. Hal ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat sebagai objek dan subjek pembangunan. Harus kita akui, keberhasilan suatu program pembangunan baik ditingkat pusat maupun daerah tidak terlepas dari peran serta masyarakat, sebab peran serta masyarakat yang diabaikan dalam pembangunan, rentan dengan penyimpangan-penyimpangan terhadap tujuan dari pembangunan yaitu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan dilibatkannya masyarakat dalam pembangunan diberbagai sektor, diharapkan akan kembali memberikan manfaat kepada masyarakat, dimana masyarakat berkesempatan memberikan pengawasan terhadap pembangunan yang sedang berlangsung. Selain itu, motivasi untuk menjaga dan memelihara hasil-hasil pemban...

Stakeholder Relations (2) : Mengkategorikan Stakeholder Organisasi

Jakarta, 25 Juni 2014 (Ujang Rusdianto) - Siapa saja yang dapat dianggap sebagai stakeholder yang sah terhadap operasi perusahaan? Untuk menentukan siapa stakeholders perusahaan Anda, maka sebuah organisasi harus melakukan stakeholders mapping atau analisa stakeholders , atau sebagian menyebutnya pemetaan stakeholders.   Menurut Stakeholder Saliance Model , pengelompokan stakeholder dapat dilakukan berdasarkan tipe sesuai kemampuan mempengaruhi suatu organisasi berdasarkan power, legitimasi dan urgensi yang dimilikinya (Cornelison, 2009 : 50). Model ini sekaligus menunjukkan bahwa pengenalan stakeholder tidak sekedar menjawab pertanyaan siapa stekholder suatu isu tapi juga sifat hubungan stakeholder dengan issu, sikap, pandangan, dan pengaruh stakeholder itu. Legitimasi berkaitan dengan individu/kelompok yang dianggap sah dan berhubungan dengan organisasi. Power terkait kekuatan atau pengaruh yang dimiliki oleh individu/kelompok tersebut. Sedangkan urgency terkait i...

Lebih Dekat dengan Cinematography

Jakarta, 27 Juni 2014 (Ujang Rusdianto) - Membincang istilahnya, cinematography (sinematografi) terdiri dua frasa, yaitu “Cinema” berarti Gerak dan “Graphy” berarti menulis, dengan kata lain menulis dalam gerak (written in motion). Maka sinematografi dapat diartikan sebagai proses pengambilan ide, kata-kata, aksi, emosi, nada dan segala aspek non-verbal yang ditampilkan dalam bentuk visual. Didalam sinematografi terdapat tool of cinematografi. Apa saja? Untuk menjawab pertanyaan ini setidaknya ada enam tools, yaitu : Frame, Lens, Lights and Colour, Texture, Movement dan Point of View (POV). Pertama, frame. Framing merupakan pembagian adegan berdasarkan sudut pandang, posisi kamera, persepsi cerita yang ditampilkan dalam sebuah shoot. Kedua. Lens, merupakan bagaimana sebuah gambar mewakili sudut pandang mata. Ketiga, Lights and Colour. Merupakan penggunaan warna dan pencahayaan dalam sebuah pengambilan gambar. Keempat, Texture. Menampilkan detil dari sebuah shoot. Kelima, Mo...